BELAJAR HIKMAH DARI SERANGGA (Bagian Kesatu: Semut)

Hamzah
Dosen pengampu mata kuliah Tasawuf, IAIN Ternate



PENDAHULUAN
Dalam al-Qur'an Allah swt. mengabadikan tiga jenis serangga kecil, dalam tiga buah Surah yang sesuai dengan nama masing-masing serangga, yaitu al-Naml (semut), al-'Ankabuut (laba-laba) dan al-Nahl (lebah).

Tentu saja Allah swt. mempunyai tujuan untuk apa hewan yang  bertubuh relatif kecil itu, bahkan terkesan tidak ada yang istimewa, diabadikan dalam al-Qur'an ?

Sebagai umat Islam, tentu kita harus yakin akan tujuan dan hikmah di balik pengabadian nama serangga-serangga tersebut.  Seperti biasanya, jika al-Qur'an menampilkan kisah atau tamsil, oleh mufasir umumnya menyebutkan bahwa tujuannya adalah untuk menjadi 'ibrah dan pelajaran. Agar kita bisa mengambil pelajaran secara filosofis dari perumpamaan tersebut.  Selain itu, ia merupakan cara Allah swt mendidik umat manusia dengan metode kisah, agar manusia bisa menangkap pesan-pesan moral dan edukatif di dalamnya.

Hikmah apa saja yang dimiliki tiga serangga tetsebut ?  Bagaimana karakteristik positif serangga yang bisa diteladani oleh manusia ? 

Penulis akan menjawab dua pertanyaan pokok tersebut dalam tiga bagian artikel yang akan penulis kemukakan secara berurut: Bagian Kesatu: Semut;  Bagian Kedua: Laba-Laba, dan  Bagian Ketiga: Lebah.  

Artikel ini merupakan bagian kesatu (tentang semut) dari tiga bagian yang dimaksud. 

KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT
Kisah nabi Sulaiman as. dan semut dikemukakan dalam al-Qur'an pada Surah al-Naml, ayat 18-19. 

Dalam kitab tafsirnya, Hamka menuliskan bahwa kisah nabi Sulaiman as. dan semut, terjadi pada saat musim panas.  Saat para koloni semut keluar dari sarangnya untuk bekerja secara bersama-sama mengumpulkan bahan makanan.

Dikisahkan saat nabi Sulaiman as. bersama bala tentaranya tiba pada sebuah lembah yang disebut "lembah semut" (واد النمل).  Salah seekor dari koloni semut yang berperan sebagai pengintai, segera menyampaikan seruan agar semuanya segera kembali masuk ke dalam sarang, untuk menghindari terinjak oleh bala tentara nabi Sulaiman as. yang akan melewati lembah semut tersebut.  

Mendengar seruan  tersebut, tentu saja semua nya patuh dan disiplin menjalankan seruan tersebut.  Di sisi lain, sesaat setelah nabi Sulaiman as. mendengarkan seruan semut pengintai, beliau tersenyum dan tertawa seraya memanjatkan syukur kepada Allah swt. yang telah menganugerahinya banyak kelebihan dan kekuasaan.  Selengkapnya dapat disimak dalam ayat 18-19 Surah al-Naml sebagai berikut :

١٨) حتى اذا اتوا على واذ النمل قالت نملة يا ايها النمل اذخلوا مساكنكم لا يحطمنكم سليمان وجنوده وهم لا يشعرون.
١٩) فتبسم ضاحكا من قولها وقال رب اوزعني ان اشكر نعمتك التي انعمت علي وعلى والدي وان اعمل صالحا ترضاه واذخلني برحمتك في عبادك الصالحين. 

Terjemahnya:
18. Hingga apabila mereka sampai ke lembah semut, berkatalah seekor semut:  Hai semut-semut  masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari;
19) Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.  Dan dia berdoa "ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat Mu ke dalam golongan hamba-hamba Mu yng saleh. 

Perlu diketahui bahwa nabi Sulaiman as. dikaruniai berbagai kelebihan (dalam arti mukjizat) seperti kemampuan memahami bahasa binatang, burung dan bangsa jin, selain beliau dikaruniai oleh Allah swt. dengan kerajaan dan kekayaan yang besar.

Namun beliau tidak pernah merasa takabur dan sombong serta bertindak sewenang-wenang, hatta kepada seekor semut sekaipun.

Kisah nabi Sulaiman as. dan semut dalam al-Qur'an, selain memberi pelajaran kepada manusia tentang integritas yang luar biasa yang dimiliki nabi Sulaiman as.,  juga pelajaran yang bisa dipetik dari karakteristik dan cara hidup semut, sehingga bisa menjadi teladan bagi manusia.

Perlu dipahami bahwa  kisah-kisah yang diceriterakan dalam al-Qur'an, umumnya tidak secara detail, tetapi bersifat global saja. Karena itu, umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan penyelidikan, penelitian dan kajian-kajian terhadap spesis serangga yang hidup berkoloni ini.  Apa yang akan dikemukakan berikut ini, merupakan hasil penelitian yang dihimpun dari berbagai referensi dan sumber.

KARAKTERISTIK SEMUT
Berdasarkan hasil riset, mengungkapkan bahwa hewan yang paling mirip dengan gaya hidup sosial manusia adalah semut.

Terdapat beberapa fakta tentang kehidupan semut yang memiliki kemiripan dengan manusia.

Pertama, semut menguburkan mayat teman mereka dengan cara yang mirip dengan yang dilakukan manusia;
Kedua, memiliki sistem pembagian.kerja yang canggih.  Terdiri dari manajer, pengintai, mandor dan pekerja;
Ketiga, melakukan "obrolan" dengan teman pada waktu tertentu;
Keempat, memiliki metode komunikasi yang canggih;
Kelima, melakukan pertukaran barang di pasar "reguler";
Keenam, menyimpan makanan pada musim dingin dan menjaganya dari kelembaban dan kebusukan dengan cara menjemurnya di terik matahari.

Apa yang dilakukan semut dan telah menjadi karakteristik, merupakan hal yang paling mencengangkan jika dilihat dari sudut pandang mereka hanya sekelompok serangga kecil.

Tradisi yang dijalankan secara turun-temurun oleh semut dalam hal bekerja sama, mengumpulkan bahan makanan, berkomunikasi dan berinteraksi sosial, sungguh merupakan hal yang agak tidak masuk akal, sebab idealnya hanya manusialah yang layak melakukan semua itu.

Demikian itu karena selain ciri unik dari semut yang diberikan Allah kepada mereka, selain itu Allah juga sengaja menjadikan tamsil dan pelajaran untuk umat manusia.  Cara-cara kerja dan interaksi sosial semut, dianggap sangat layak menjadi teladan bagi manusia.  Itulah sebabnya sehingga Allah mengabadikan kisahnya dalam al-Qur'an, agar bisa menjadi pelajaran berharga sekaligus teladan yang baik bagi manusia.

CARA HIDUP SEMUT
Setidaknya ada empat alasan, mengapa manusia harus belajar dari cara hidup semut.  Jim Rohn, seorang motivator populer yang berhasil mengembangkan sebuah pemikiran yang dikenal dengan "Ants Philisophy" (filsafat semut).

Jim Rohn berhasil mengidentifikasi empat titik penting berassl dari kebiasaan semut yang mampu mendorong manusia hidup jauh lebih baik dan sukses.

Pertama, semut tidak mengenal kata menyerah.  Seekor semut memiliki kemampuan untuk selalu keluar dari masalah atau bahaya yang dihadapi.

Jika Anda mau memperhatikan secara saksama, seekor semut yang sedang terhalangi jalannya oleh suatu rintangan, maka Anda akan menyaksikan sebuah pertunjukan luar biasa.  Semut tersebut tidak akan tinggal diam begitu saja.  Ia berusaha sekuatnya dan dengn berbagai macam usaha agar ia mampu mendapatkan solusi atau jalan keluar dari rintangan tersebut.  Demikian juga jika makanan yang sedang mereka gotong dan mengalami gangguan, mereka dengan optimis dan tak mengenal menyerah berjuang sampai berhasil mengantar ma
kanan tersebut ke dalam sarang mereka.  Luar biasa
bukan ?  

Jika  cara hidup semut yang tak kenal menyerah ini, diteladani, maka mungkin tidak ada lagi orang-orang yang putus asa, gagal bahkan bunuh diri, akibat mereka rapuh bahkan menyerah oleh gelombang dan kesulitan hidup.

Winston Churchill, perdana menteri Britania Raya, masa rezim George VI, menggambarkan optimisme semut dengan motto "Jangan menyerah.  Jangan pernah menyerah".

Kedua, semut memikirkan musim dingin saat musim panas.

Di negara-negara yang mengenal musim dingin dan musim panas, semut menjadikannya sebagai bahan untuk mengelola pemenuhan bekal makanan.  Saat musim panas di mana sinar matahari memungkinkan para semut keluar dari sarang mereka.  Musim panas merupakan musim yang tepat, bagi semut mengumpulkan sebanyak mungkin bekal makanan.  Bukan hanya untuk persediaan makanan selama musim panas, tetapi juga untuk persediaan makanan saat musim dingin tiba, di mana semut tidak bisa beraktivitas karena cuaca dingin yang ekstrim.

Kemampuan semut "berpikir"  futuristik adalah hal yang spektakuler menyamai cara berpikir manusia, bahkan mengalahkan sejumlah manusia tertentu.

Semut mampu mengantisipai masalah yang akan dihadapi di masa depan.  Berpikirnya jangka panjang.  Mereka berpikir tentang bagaimana mampu survive  tahun demi tahun.  Semut mengumpulkan bekal makanan bukan hanya dalam waktu jangka pendek, tetapi berpikir satu musim ke depan, yakni saat berlangsungnya musim dingin di mana mereka harus istirahat.

Mengumpulkan bahan makanan sedemikian banyak, bukan perkara mudah.  Selain perolehannya susah, juga merawat dan membuat makanan tetsebut selalu kering  dan awet, juga bukan pekerjaan gampang.  Butuh cara dan keahlian khusus dan telah dimiliki oleh semut.

Manusia harus mengambil teladan kepada semuat, atas cara hidup mereka yang selalu berpikir jauh, ke masa depan dan jangka panjang.   Keuletan bekerja dan keahlian semut menjaga dan merawat bahan makanan mereka.  Ada manajemen dan organisasi yang rapi dan disiplin yang mereka miliki.  Selain itu, semut mengajarkan bahwa tidak selamanya keadaan itu mudah dan lancar, ada masa-masa sulit bakal muncul pada saat-saat tetentu, sebagaimana tergambar dalam musim dingin di atas.  Semut mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, bersikap antisipatif tehadap kemungkinan berbagai krisis yang bakal dihadapi.

Ketiga, semut memikirkan musin panas saat musim dingin.

Hikmah yang bisa dipetik dari keadaan semut pada musim dingin tiba, adalah "optimisme" yang kuat.  Saat musim dingin tiba, semut seketika berhenti seluruh aktivitasnya di luar sarang.  Koloni serangga ini berdiam semusiman akibat cuaca dingin yang tak tertahankan.  Hari demi hari, bulan berganti bulan, mereka menghabiskan waktu mereka tanpa produktivitas.  Ini adalah masa-masa sulit dan krisis bagi mereka.

Namun semut memiliki kepribadian yang selalu optimis.  Semut memiliki prinsip bahwa masa-masa krisis tidak selamanya bertahan.  Pasti ada masa di mana krisis tersebut akan berakhir.  Ibaratnya, semut memegang prinsip, sebagaimana dalam pepatah "masa sulit tidak akan bertahan lama.  Orang kuat akan bertahan selamanya".

Semut selalu optimis bahwa musim dingin, suatu saat akan berganti musim panas, di mana  sinar matahari akan terbit memberi kehangatan dan leluasa untuk bekerja kembali.

Saat hari pertama matahari bersinar di musim panas, saat itulah hari kerja  pertama semut.   Mereka semua bergembira dan keluar sarang untuk segera bekerja mengumpulkan bekal makanan dan selainnya untuk bermain merayakan tibanya musim panas.

Keempat, semut melakukan pekerjaan secara all out.

Semut merupakan serangga kecil, tetapi memiliki etos kerja yang besar.  Saat musim panas tiba, musim di mana mereka bekerja mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya.  Semut tidak berpikir apalagi bertanya, sudah seberapa banyak makanan yang mereka kumpul ?  Mereka hanya tahu bekerja dan bekerja sebelum musim dingin tiba.  Semangat dan optimisme mereka bekerja cukup tinggi, sehingga semut melakukan sebisanya dan sepanjang waktu. 

Dengan semangat tinggi tersebut, ditemukan fakta berdasarkan hasil penelitian, bahwa semut mampu mengangkat beban 20 kali lipat lebih berat dari berat badannya.

Bekerja secara maksimal dengan semangat tinggi serta fokus yang terkonsentrasi, merupakan tipikal kinerja semut yang sangat layak menjadi teladan bagi manusia.

Dengan demikian, kisah semut yang ditampilkan dalam al-Qur'an, sungguh benar-benar mengandung hikmah yang luar biasa yang bisa dijadikan teladan yang terbaik bagi manusia.

Memang kisah-kisah suguhan al-Qur'an, tidak dibeberkan secara lengkap dan utuh, sehingga memberi ruang kepada umat Islam (khususnya) agar melakukan eksplorasi dan riset, sehingga bisa terungkap di balik kisah-kisah itu, berupa hikmah atau pelajaran yang bisa menjadi teladan bagi umat Islam dan umat manusia secara global.

Ternate, 12 Juli 2020

Komentar

Postingan Populer