75 TAHUN KEMERDEKAAN

75 TAHUN
KEMERDEKAAN
Oleh: Hamzah

     Tidak terasa  kemerdekaan bangsa kita, sudah mencapai usia ke-75 tahun.  Usia lebih dari setengah abad, bangsa Indonesia merdeka dari cengkraman kolonialis.
     Bila dibandingkan dengan usia rata-rata orang, maka usia kemerdekaan kita sedah sepuh.
     Idealnya tentu bangsa kita seyogiyanya telah menjadi bangsa yang  maju, adil dan makmur.  Sebab telah memiliki pengalaman kebangsaan yang tergolong banyak.
     Namun nyatanya, bangsa kita belum juga menjadi bangsa yang  maju.  Hampir di setiap sektor, masih saja mengalami keterpurukan. Sebut misalnya sektor politik hukum dan keamanan, tetap mengalami distabilitas.  Hal paling miris adalah penegakan hukum yang tidak kunjung membaik.
     Bahkan karena terpaan atau paparan pandemik Covid-19 sejak  Maret lalu, ekonomi kita mengalami pertumbuhan minus di angka 5, 38 %.
     Kondisi sosial bangsa kita sedang mengalami diskohesi sosial.   Efek kepentingan kelompok dan partai, bahkan agama, menjadi lebih dominan membuat bangsa ini menjadi terpecah dan saling bermusuhan.
     Padahal di usia 75 tahun kemerdekaan, kita sudah seharusnya menikmati kebahagiaan berbangsa dan bernegara. Hidup dalam suasana damai, adil dan sejahtera.
     Sebagai bangsa yang mengakar kuat nilai-nilai Ke-Tuhanan dalam setiap sanubari, mestinya kita semua merasa bersyukur, dengan cara mengisi kemerdekaan itu dengan bangunan sikap saling mengasihi, menghormati, dalam bingkai kemanusiaan dan persatuan.
     Perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan pengorbanan harta benda,  tetesan keringat dan cucuran darah, bahkan nyawa dari para pahlawan bangsa, menjadi bukti betapa  berat dan terlalu mahal harga kemerdekaan itu.
     Kita harus malu dan bertekad agar nikmat besar kemerdekaan tersebut, dijaga dan dirawat serta diisi dengan bekerja secara keras dan serius, sesuai profesi kita masing-masing.
     Mengisi kemerdekaan dengan cara seperti di atas, memang bukan hal mudah. Meski mungkin bukan dengan modal cucuran darah, namun disadari ternyata tidak kalah beratnya dari merebut kemerdekaan dari kaum penjajah.

***
      Sebagai bangsa yang religius, berbudaya dan beradab, tidak ada pilihan dalam mengisi 75 tahun kemerdekaan kecuali, Pertama,
menjalankan ajaran agama masing-masing dengan baik dan lebih moderat. Kedua, menjaga dan merawat persatuan bangsa dalam bingkai menghargai Ke-Bhinnekaan. Ketiga, menciptakan suasana saling nengasihi dan saling menghornati satu sama lain.  Keempat, menjadi pribadi atau kelompok yang mampu menguasai Iptek untuk menciptakan peradaban bangsa kita yang semakin tinggi dan bermartabat.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75, MERDEKA!!!

Ternate, 16 Agustus 2020
      


Komentar

Postingan Populer